Memahami Fibonacci Retracement Dalam Analisa

Fibonacci retracement adalah tool analisa yang banyak diandalkan trader. Baik itu trader baru maupun berpengalaman, sebagai alat analisa utama atau sekedar tambahan, Fibonacci hampir selalu ada dalam perangkat trading.Sebenarnya, apa sih pentingnya Fibonacci bagi analisa? Mengapa kegunaannya sangat diandalkan oleh semua kalangan?

Konsep Fibonacci dikembangkan dari deret angka ‘ajaib’ Fibonacci dalam ilmu matematika. Tool yang digunakan di analisa sendiri sebenarnya memiliki 3 jenis: Retracement, Expansion, dan Fan. Namun dalam kesempatan kali ini, kita hanya akan fokus pada pemahaman Fibonacci Retracement dalam Analisa.

Perlu Anda ketahui, Fibonacci Retracement terdiri dari urutan level-level 0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764. Dalam versi yang berlainan, angka-angka tersebut bisa muncul dengan format presentase menjadi 23.6%, 38.2%, 50.0%, 61.8%, dan 76.4%.

Cara Memasang Fibonacci Retracement

Fibonacci Retracement bukanlah indikator teknikal siap pasang. Karena hanya bersifat sebagai tool analisa, pemasangannya di chart memerlukan pengukuran tersendiri, yang hasilnya bisa subjektif atau berbeda untuk tiap trader. Hal itu karena, trader perlu menemukan sendiri titik-titik swing (ayunan) harga yang bisa dijadikan patokan penarikan garis-garis Fibonacci.

Faktanya, seorang trader perlu melihat arah trend harga sebelum memasang Fibonacci. Jika harga sedang uptrend, maka garis Fibonacci Retracement ditarik dari swing low ke swing high.

Fibonacci Retracement

Sementara itu, Fibonacci retracement bisa ditarik dari swing high ke swing low saat harga sedang dalam kondisi downtrend.

Fibonacci Retracement

Dalam prakteknya nanti, Anda akan menemukan banyak sekali swing harga yang bisa dijadikan acuan penarikan Fibonacci Retracement. Satu hal yang perlu Anda ingat dalam hal ini adalah, tidak ada swing harga yang salah karena semuanya bisa digunakan sebagai tumpuan menarik garis-garis Fibonacci Retracement. Setiap trader punya persepsi sendiri terhadap swing harga potensial. Apakah penerapan Fibonacci Retracement bisa dikatakan valid atau tidak, nantinya akan terbukti setelah harga bergerak dan menguji level-level Fibonacci.

Peran Fibonacci Retracement Dalam Analisa.

Ada banyak fungsi Fibonaaci Retracement yang bisa dimanfaatkan sebagai pelengkap strategi trading. Namun dari semua kegunaan itu, peran support resistance menjadi fungsi utama dari Fibonacci Retracement.

Di sini, prinsip trading dengan support resistance bisa diterapkan dengan sempurna. Apabila penurunan harga tiba di support (batas bawah) terdekat, maka kemungkinan selanjutnya adalah harga menjauh (retrace) dari garis tersebut dan kembali naik. Sebaliknya, kenaikan harga yang membentur resistance (batas atas) terdekat berpotensi terhenti, untuk kemudian mundur (retrace) dan bergerak menurun. Sederhananya, support resistance bisa difungsikan sebagai lantai dan atap yang membatasi pergerakan harga.

Dalam chart di bawah ini, terlihat bagaimana level 0.382 menjadi support harga.

Fibonacci Retracement

Semakin sering harga memantul dari level-level support resistance (SR), maka semakin valid pula batas-batas SR tersebut.

Andaikata setiap pergerakan harga selalu mematuhi support resistance dari Fibonacci Retracement yang kita buat, maka analisa pasti bisa dilakukan dengan sangat mudah. Nyatanya, dinamika naik turun harga tak sesederhana itu. Meski dalam kondisi pasar ranging harga bisa diyakini untuk tetap berada dalam koridor support resistance, namun tidak demikian halnya jika pasar sedang trending.

Broker Forex Terbaik

Chart harga di atas menunjukkan bagaimana harga tidak kembali memantul ke atas setelah membentur level 0.382. Pasca mundur dari resistance 0.500, downtrend harga sangatlah kencang hingga tak hanya menembus 0.382, tapi juga melampaui support 0.236.

Inilah yang dinamakan dengan kondisi breakout. Sekilas, tampak lebih sulit mengantisipasi hal seperti itu, karena Anda tak tahu kapan harga akan balik retrace ke atas. Namun menurut teori mudah dari Fibonacci Retracement, level 0.500 merupakan batas ‘keramat’ yang bisa dijadikan sebagai titik balik dari breakout harga.

Anda bisa menjadikan level tersebut sebagai patokan, atau memperhatikan batas-batas lain yang sudah beberapa kali teruji. Intinya, harga yang menembus level-level penting seperti 0.500 dan support resistance yang valid sangat berpotensi breakout.

4 Kunci Sukses Menggunakan Fibonacci Retracement Dalam Analisa.

Penjelasan singkat di atas menguraikan bahwa Fibonacci Retracement merupakan tool analisa serba guna. Tak hanya bermanfaat diterapkan pada pasar ranging untuk melakukan analisa sesuai kaidah support resistance, Fibonacci Retracement juga bisa digunakan dalam analisa forex dengan strategi breakout.

Agar penerapan Fibonacci Retracement makin maksimal, perhatikan 4 kunci sukses berikut ini:
1. Tentukan Titik Penarikan Fibonacci Retracement Dengan Konsisten
Ada 2 poin pilihan saat Anda menarik garis Fibonacci. Pertama, Fibonacci ditarik dari sumbu candle satu ke sumbu candle lain. Kedua, Anda menghubungkan garis-garis Fibonacci dari body candle satu ke body candle lain. Jika menarik dari sumbu ke sumbu, artinya Anda menggunakan harga tertinggi dan terendah (high dan low) sebagai patokan. Sementara itu, penarikan antar body candle memungkinkan Anda untuk menggunakan harga pembukaan dan penutupan (open dan close) sebagai acuan. Ingat, penarikan harus selalu konsisten (sumbu ke sumbu atau body ke body) dan tidak bisa diselang-seling misalkan dari sumbu ke body atau body ke sumbu.

2. Selalu Cek Trend Jangka Panjang
Caranya, tengoklah bagaimana arah pergerakan harga di timeframe yang lebih besar. Sebagai contoh, apabila Anda menggunakan chart H1, maka lihat bagaimana trend di timeframe H4. Hal ini penting karena melihat trend jangka panjang akan memberikan persepsi yang lebih luas pada analisa forex Anda.

3. Kombinasikan Fibonacci Retracement Dengan Indikator Lain
Melakukan analisa  dengan satu tool saja tidaklah cukup. Walaupun Fibonacci Retracement terbukti bermanfaat, Anda tetap disarankan mengaplikasikan indikator teknikal lain seperti EMA,dan Bolinge band, guna memperoleh sinyal analisa yang lebih terkonfirmasi.

4. Hindari Timeframe Trading Yang Terlampau Kecil
Memilih jenis timeframe memang disesuaikan dengan preferensi strategi Anda. Tapi bagaimanapun juga, timeframe super kecil seperti M1 tak akan ideal bagi analisa dengan Fibonacci Retracement. Pergerakan harga yang terlampau cepat akan memunculkan banyak noise dan membuat sinyal dari Fibonacci Retracement sangat sulit terbaca.

#happy trading

by;ABDIZIDAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − seven =